Tag Archives: doa

Bukan Hanya Tiga Amal yang Terus Mengalir Ketika Mati

16 Sep

syarh_shudrKita sering mendengar  para muballigh atau penceramah yang mengatakan bahwa tidak ada lagi amal yang bermanfaat bagi seseorang setelah kematiannya, kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya. Hal ini berdasarkan hadits berikut,

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا مات الإنسانُ انقطعَ عملُه إلا من ثلاثٍ: صدقةٍ جاريةٍ، أو علمٍ يُنْتفعُ بهِ، أو ولدٍ يدعو له (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurayrah, bahwa Rasulullah bersabda, ‘Jika manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Padahal, hadits tersebut hanyalah sekedar menyebut jumlah, tidak bermaksud membatasi hanya pada tiga amal tersebut. Dalam hadits-hadits lain, kita akan temukan bahwa selain tiga amal tersebut, masih banyak amal lain yang tetap mengalir kepada orang yang sudah mati setelah kematiannya.

Dalam kitab Syarh as-Shudur, Imam al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi menyebutkan hadits-hadits lain yang menyebut lebih dari tiga amal tersebut. Berikut adalah hadits-hadits yang dimaksud.

عن أبي أمامة، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: أربعةٌ تجري عليهم أجورهم بعد الموت: مرابطٌ في سبيل الله، ومن علّم علما، ورجلٌ تصدّق بصدقة، فأجرها له ما جرت، ورجل ترك ولدا صالحا يدعو له (رواه أحمد)

Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Ada 4 golongan yang senantiasa mengalir pahala kepada mereka setelah meninggal dunia, yaitu: orang yang berjaga untuk berjihad di jalan Allah, orang yang mengajarkan ilmu, orang yang berrsedekah jariah, dan orang yang meninggalkan anak shalih yang berdoa untuknya’. (Riwayat Ahmad)

عن جرير بن عبد الله مرفوعا: من سنّ سنّة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيء، ومن سنّ سنّة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء (رواه مسلم)

Dari Jarir bin Abdullah secara marfu’, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang baik, maka ia mendapatkan pahala rintisan tersebut dan setelah ia meninggal dunia ia mendapatkan pula pahala orang yang melanjutkan tradisi baik tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut. Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang jelek, maka ia maka ia mendapatkan dosa rintisan tersebut dan setelah ia meninggal dunia ia mendapatkan pula dosa orang yang melanjutkan tradisi jelek tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut’ (Riwayat Muslim)

عن أبي سعيد الخدري مرفوعا: من علّم آيةً من كتاب الله أو بابا من علم أنمى الله أجره إلى يوم القيامة (رواه أبن عساكر)

Dari Abu Sa’id al-Khudry secara marfu’, Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari Kitabullah atau satu pembahasan dari suatu ilmu, maka akan mengembangkan pahalanya sampai hari Kiamat’ (Riwayat Ibnu Asakir)

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أن مما يلحق المؤمن من حسانته بعد موته: علما نشره، أو ولدا صالحا تركه، أو مصحفا ورّثه، أو مسجدا بناه، أو بيتا لإين السبيل بناه، أو نهرا أجراه، أو صدقةً أخرجها من ماله في صحته تلحقه بعد موته (رواه أبن ماجة وابن خزيمة)

Abu Hurayrah menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya di antara amal kebaikan orang beriman yang akan mengalir kepadanya setelah kematianny adalah: ilmu yang disebarluaskannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf al-Quran yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah singgah yang dibangunnya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkannya semasa sehatnya. Semua itu akan mengalir baginya setelah kematiannya’ (Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)

عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سبعٌ يجري للعبد أجرها بعد موته وهو في قبره: من علّم علما، أو أجرى نهرا، أو حفر بئرا، أو غرس نخلا، أو بنى مسجدا، أو ورّث مصحفا، أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته (رواه البزار وأبو نعيم)

Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Ada 7 hal yang pahalanya terus mengalir kepada seorang hamba setelah kematiannya dan ia berada di kuburnya, yaitu: orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali/membuat sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf al-Quran, dan meninggalkan anak yang memohonkan ampunan baginya setelah kematiannya’ (Riwayat al-Bazzar dan Abu Nu’aim)

عن ثوبان، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: كنت نهيكم عن زيارة القبور فزوروها، واجعلوا زيارتكم لها صلاةً عليهم، واستغفارا لهم (رواه الطبراني)

Tsauban menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Dulu aku pernah melarang kalian melakukan ziarah kubur, maka sekarang lakukan ziarah kubur. Jadikan ziarah kubur kalian itu sebagai kesempatan untuk mendoakan mereka sekaligus permohonan ampunan bagi mereka’ (Riwayat at-Thabrani)

Jika kita gabungkan informasi semua hadits tersebut, maka kita dapatkan bahwa ada 13 amal yang pahalanya tetap mengalir setelah kematian, sebagai berikut:

1. Sedekah jariah

2. Ilmu yang bermanfaat buat orang lain

3. Doa (permohonan ampun) anak setelah kematian seseorang.

4. Berjaga untuk jihad di jalan Allah

5. Merintis suatu tradisi yang baik

6. Pelestarian tradisi yang baik oleh generasi berikut

7. Mewariskan mushaf al-Quran

8. Membangun masjid

9. Membangun rumah singgah untuk ibnu sabil

10. Mengalirkan sungai

11. Membuat sumur

12. Menanam pohon kurma (atau pohon lain yang buahnya/hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain atau binatang)

13. Doa dan permohonan ampun dari peziarah kubur kepada penghuni kubur.

Jadi, amal yang pahalanya akan terus mengalir setelah kematian bukan hanya tiga.

Iklan

Lowongan Kerja dan Cara Membuat Curriculum Vitae yang Bombastis

22 Jan

Bayangkan, ada seseorang datang kepada Anda minta pekerjaan. Dia datang dengan membawa selembar Curriculum Vitae.

Membaca Curriculum Vitae-nya, Anda akan merasa kagum akan prestasinya. Tidak dapat disangkal ia adalah seorang pekerja keras, profesional, dan mahir di segala bidang.

Berikut ini adalah Curriculum Vitae-nya.

Nama : Iblis
Gelar : Syetan
Alamat Sementara : Hati orang yang lalai
Alamat Tetap : Neraka Jahannam
Kantor : Tempat-tempat yang kotor dan penuh kemaksiatan
Pekerjaan : Pembina Kesesatan
Jabatan : Panglima Tinggi Kekufuran dan Syirik
Pangkat/Golongan : Pembangkang Utama
Kekuasaan : Lemah sekali
SK Masa Kerja : Sejak menolak bersujud kepada Adam sampai hari Kiamat
Modal Kerja : Angan-angan
Cara Kerja : Bertahap
Sumber Usaha : Semua yang haram
Cita-cita : Semua manusia masuk neraka
Hobi : Menjerumuskan dan menyesatkan
Istri : Semua yang terbuka auratnya
Jaringan dan Massa : Syetan dari kalangan jin dan manusia
Alat Kampanye Favorit : Wanita, seks, dan harta
Kutipan Favorit : ‘Aku lebih baik dari siapapun’
Tempat Favorit : Pasar, mall, dan tempat-tempat kotor
Teman Favorit : Orang munafik dan anti kebenaran
Yang paling disenangi dari manusia : Gosip, menjelek-jelekan orang, dan mengintip keburukan orang
Yang membuatnya menangis : Istighfar, zikir, doa, sujudnya manusia
Yang paling ditakuti : Orang beriman, bertakwa, dan senantiasa ingat Allah

Jika ada yang datang kepada Anda membawa lamaran kerja dengan curriculum vitae di atas, apakah Anda mau menerimanya sebagai karyawan Anda, atau bahkan sebagai tangan kanan bisnis Anda? 🙂

Kata Allah swt, ‘Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak kelompoknya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala’ (al-Quran surat Fathir/35: 6)

[ ]

Note:

Curriculum Vitae Iblis diadaptasi dari kitab Wiqoyah al-Insan min al-Jinn wa al-Syaythan, karangan Syaikh Wahid Abdussalam Bali (Edisi Revisi, Dar al-Basyir, Kairo, 1422 H)

Sunnah-sunnah yang Mulai Ditinggalkan

14 Jan

Pertama, me-ruqyah diri sendiri dan keluarga

Menurut Aisyah, ‘Rasulullah meniupkan badannya dengan bacaan al-muawwidzat (surat al-Falaq dan surat an-Nas) di saat sakit yang membawanya kepada kematian. Ketika sakitnya makin parah, aku sendiri yang meniupkan ke tubuhnya dengan bacaan tersebut, dan aku mengusapkan badannya dengan tangan beliau sendiri untuk mendapatkan keberkahan’ (Hadits, riwayat Bukhari)

Kedua, berdoa ketika memakai pakaian baru

Menurut Said al-Khudri, ‘Jika Rasulullah mendapatkan pakaian baru, maka beliau memberi nama terhadap pakaian tersebut, apakah pakaian itu berupa ‘imamah (sorban yang melilit di kepala), baju, atau selendang. Lalu beliau berkata, ‘Ya Allah, segala puji untuk-Mu. Engkau-lah yang memakaikan aku dengan pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan dari tujuan pembuatannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan dari tujuan pembuatannya’ (Hadits, riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Ketiga,  mengucapkan salam kepada semua orang Islam termasuk anak kecil

Menurut riwayat Abdullah bin Amr, ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah tentang ajaran Islam yang paling baik. Rasulullah menjawab, ‘Engkau memberi makan kepada orang lain, membacakan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal’ (Hadits, riwayat Muslim)

Menurut riwayat Anas, Rasulullah melewati sekelompok anak kecil, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka (Hadits, riwayat Muslim)

Keempat, berwudhu sebelum mandi janabah (mandi hadats besar)

Menurut riwayat Aisyah, jika Rasulullah mandi janabah, beliau memulainya dengan mencuci tangannya, lalu berwudhu, lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu dengan jari-jarinya itu beliau menyela-nyela pangkal rambutnya, lalu menyiramkan air ke atas kepalanya, lalu menyiramkannya ke seluruh kulitnya (Hadits, riwayat Bukhari)

Kelima, mengucapkan amin dengan keras di belakang imam

Menurut riwayat Abu Hurayrah, Rasulullah bersabda, ‘Jika imam mengucapkan amin, maka kalian ucapkan juga amin. Barangsiapa yang ucapan amin-nya bersamaan dengan ucapan amin malaikat, maka dosanya yang lalu diampuni Allah’ (Hadits, riwayat Bukhari dan Muslim).

Para generasi salaf (terdahulu) terbiasa mengeraskan suara amin mereka sampai-sampai masjid menjadi bergema.

Keenam, mengeraskan zikir setelah shalat

Dalam kitab Shahih dinyatakan bahwa orang-orang mengeraskan suara mereka dengan zikir setelah selesai shalat, dan kebiasaan ini sudah terjadi pada zaman Rasulullah.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah berkata, ‘Dianjurkan mengeraskan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir setelah selesai shalat’.

Ini adalah sunnah yang terputus (ditinggalkan) pada kebanyakan masjid setelah imam mengucapkan salam, karena para jamaah shalat tidak mengeraskan membaca zikir-zikir yang telah dicontohkan Rasulullah.

Ketujuh, membuat sutrah (pembatas) ketika shalat

Menurut riwayat Abu Said al-Khudri, Rasulullah bersabda, ‘Jika kalian shalat, hendaknya ia shalat menghadap sutrah (pembatas) dan mendekat kepadanya. Jangan biarkan seorangpun melintasi pembatas itu. Jika ada yang melintasi, maka tolaklah ia, karena sesungguhnya ia adalah syetan’ (Hadits, riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Menurut riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah mendirikan jariyah (budak)-nya, lalu shalat menghadapinya’ (Hadits, riwayat Bukhari)

Kedelapan, mengikuti (menjawab) azan mu’azin

Abdullah bin Amr mendengar bahwa Rasulullah bersabda, ‘Jika kalian mendengar suara muazin mengumandangkan azan, maka katakanlah seperti yang ia katakan, lalu (setelah selesai azan) ucapkan shalawat kepadaku, karena barangsiapa yang mengucapkan satu kali shalawat kepadaku maka Allah akan ber-shalawat kepadanya sebanyak 10 kali. Setelah itu, mintalah kepada Allah untukku al-wasilah, karena itu adalah suatu tempat di surga yang tidak akan diberikan kecuali kepada hamba Allah. Dan aku berharap akulah orang yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan untukku al-wasilah, maka ia berhak mendapatkan syafaatku’ (Hadits, riwayat Muslim)

Kesembilan, berlomba-lomba dalam mengumandangkan azan, bersegera menuju shalat, dan berada di shaf (barisan) paling depan

Menurut riwayat Abu Hurayrah, Rasulullah bersabda, ‘Seandainya manusia tahu keutamaan mengumandangkan azan dan berada di shaf terdepan, lalu mereka tidak mendapatkan peluang itu kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian itu. Seandainya manusia tahu tentang keutamaan bersegera menuju shalat di masjid, niscaya mereka akan saling berlomba-lomba. Seandainya manusia tahu tentang keutamaan shalat Isya dan Shubuh berjamaah di masjid, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan cara merangkak’ (Hadits, riwayat Bukhari dan Muslim)

Kesepuluh, mengibaskan tempat tidur ketika akan tidur

Menurut riwayat Abu Hurayrah, Rasulullah bersabda, ‘Jika kalian mendatangi tempat tidur, hendaknya ia mengambil bagian dalam (ujung) sarungnya lalu mengibaskan tempat tidurnya dengan sarung itu, kemudian menyebut nama Allah, karena tak seorangpun tahu apa yang terjadi setelah ia meninggalkan tempat tidurnya. Jika ia berbaring, hendaknya ia berbaring dengan sisi kanan sambil berkata, ‘Maha Suci Engkau wahai Tuhanku. Dengan-Mu aku baringkan dan aku angkat pinggangku. Jika Engkau menahan nyawaku (ketika tidur) maka ampunilah aku. Jika engkau melepaskan nyawaku (yaitu bangun tidur) maka jagalah nyawaku dengan apa yang telah Engkau jaga terhadap hamba-hamba-Mu yang shalih’ (Hadits, riwayat Muslim)

Kesebelas, segera tidur malam (tidak begadang)

Jika ada keperluan penting, seperti mempelajari ilmu, mengobati orang sakit, dan sebagainya, maka dibolehkan tidak segera tidur malam. Dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah tidak menyukai tidur sebelum melakukan shalat Isya dan tidak menyukai banyak mengobrol (begadang) sesudah melakukan shalat Isya.

Diterjemahkan dari:

Abdul Malik al-Qasim, Durus al-Am, (Riyadh: Dar al-Qasim, 2000).

Doa dan Zikir Penguat Ingatan

22 Nov

‘Belakangan ini, kok saya sering lupa ya?’. Itulah ungkapan yang sering kita dengar, atau bisa jadi juga kita alami sendiri. Ingatan yang buruk memang menjadi satu keluhan yang banyak menimpa orang. Hal itu terjadi bisa karena faktor usia, nutrisi, atau kesehatan otak. Ingatan yang baik adalah salah satu nikmat Allah swt. Siapapun orangnya, lebih-lebih para pencari ilmu, ingatan yang baik akan banyak membantunya dalam mendapatkan ilmu.

Sayyid Zain bin Ibrahim bin Sumaith dalam kitab Manhaj as-Sawi (cetakan Dar al-Fath, Oman, 2008), menuliskan beberapa doa dan zikir yang di-ijazah-kan oleh para ulama, masyayikh, dan orang-orang shalih, yang dapat diamalkan agar mudah mengingat ilmu.

Untuk memenuhi permintaan para sahabat, saya akan sharing sebagian yang ditulis dalam kitab itu, dengan sedikit perubahan redaksi.

Pertama:

Imam as-Suyuthi dalam al-Itqan, menyebutkan bahwa Mughirah bin Subai‘, salah satu sahabat Ibnu Mas‘ud radhiyallahu anhu pernah berkata, ‘Barangsiapa yang membaca 10 ayat dari surat al-Baqarah pada malam hari, maka ia tidak akan lupa dengan hapalan al-Quran, yaitu: 4 ayat permulaannya, Ayat Kursi, 2 ayat sesudah Ayat Kursi, dan 3 ayat terakhir’.

Imam as-Suyuthi menyebutkan atsar ini berdasarkan riwayat Imam ad-Darimi dalam Sunan-nya.

Kedua:

Imam az-Zabidi, seorang ahli hadits yang meringkas kitab Shahih Bukhari, dalam kitab al-Fawa’id, menyebutkan bahwa seorang mufassir yang bernama al-Kalbi pernah berkata kepadanya, ‘Aku punya anak yang sehabis membaca al-Quran, ia lupa lagi dengan bacaannya’. Lalu Imam az-Zabidi berkata, ‘Tuliskan ayat-ayat berikut ini, masukkan ke dalam wadah yang berisi air zamzam, lalu minumkan kepada anakmu, insya Allah anakmu akan mudah menghapal al-Quran. Ayat-ayat itu adalah surat ar-Rahman ayat 1-5, surat al-Qiyamah ayat 16-19, surat al-Buruj ayat 21-22’.

Ketiga:

Sayyid Ali bin Hasan al-Aththas pernah berkata, ‘Jika engkau akan tidur, bacalah surat al-Baqarah ayat 164. Sesungguhnya ayat ini banyak manfaatnya. Salah satunya adalah dapat membantumu untuk menghapal al-Quran, sehingga engkau tidak lupa dengan hapalan yang kau baca. Oleh karena itu, biasakanlah membaca ayat itu ketika engkau akan tidur, baik di waktu tidur malam atau siang’.

Keempat:

Mengulang-ulang membaca surat al-A‘la ayat 1-7, sebagaimana yang dikatakan Sayyid Ali bin Muhammad al-Habsyi.

Kelima:

Setiap hari membaca doa yang diajarkan Rasulullah sebanyak 3 kali, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ.

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu jiwa yang yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa-cukup dengan pemberian-Mu. (Hadits, riwayat at-Thabrani)

Keenam:

Kata Sayyid Hasan bin Shalih al-Bahr, ‘Untuk memudahkan memahami ilmu, mengamalkannya, dan tidak lupa, maka hendaklah mengulang-ulang doa ini,

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ، وَحِفْظَ الْمُرْسَلِيْنَ، وَإِلْهَامَ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، اَللَّهُمَّ اغْنِنِى بِالْعِلْمِ، وَزَيِّنِّى بِالْحِلْمِ، وَأَكْرِمْنِى بِالتَّقْوَى، وَجَمِّلْنِى بِالْعَافِيَةِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمْيِنَ.

Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu pemahaman para Nabi, ingatan para Rasul, dan ilham para malaikat yang mempunyai kedudukan istimewa. Ya Allah, cukupkan aku dengan ilmu. Hiasi diriku dengan hilmu (kesantunan dan kelembutan). Muliakan aku dengan takwa. Baguskan diriku dengan afiat (kesehatan). Duhai, yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

Demikian. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Dahsyatnya Doa Nabi Yunus

25 Mar

Nabi Yunus alayhissalam diutus oleh Allah swt. kepada masyarakat Naynawa, yang terkenal dengan kekafirannya. Nampaknya, Nabi Yunus kurang sabar dengan perlakuan kaumnya. Dalam keadaan kesal, ia pergi meninggalkan kaumnya menuju tepi laut. Kemudian ia menumpang kapal yang akan berlayar. Di tengah lautan, kapal diterpa badai dan angin kencang. Untuk menghindari kapal karam, muatan kapal harus dikurangi. Semua penumpang kapal sepakat untuk melakukan undian. Siapa yang namanya keluar, maka dialah yang harus dilemparkan ke lautan. Ternyata, yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Akhirnya, Nabi Yunus menceburkan dirinya ke lautan, dan ia ditelan ikan besar. Al-Quran menyebut ikan itu dengan Hut atau Nun. Namun, Allah swt. mewahyukan ikan itu untuk tidak memakan tubuh Nabi Yunus.

Ada yang mengatakan Yunus a.s. tinggal di dalam perut ikan selama 3 hari, 7 hari, bahkan 40 hari. Selama itu ia berdoa kepada Allah swt., ‘Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’.

Doa Yunus menembus Arsy, sampai-sampai para malaikat berkata, ‘Ya Rabb, sepertinya ini adalah suara orang lemah yang sudah dikenali, yang datang dari negeri yang jauh dan asing’. Allah bertanya, ‘Tahukan kalian, suara siapakah itu?’ Malaikat menjawab, ‘Suara siapakah itu?’ Allah berkata, ‘Itu adalah suara Yunus, hamba-Ku’. Malaikat berkata, ‘Yunus yang amalnya senantiasa naik ke langit dan doanya dikabulkan? Ya Rabb, tidakkah Engkau menaruh belas-kasih padanya lantaran dia senantiasa memuji-Mu di saat senang, dengan begitu Engkau selamatkan ia di saat terjepit seperti ini?’ Allah menjawab, ‘Ya, tentu saja’. Maka, Allah memerintahkan kepada ikan hut untuk melemparkan Yunus ke daerah tandus.

Yunus terdampar di sebuah pulau yang tandus, dalam keadaan lemah. Lalu, Allah mengembalikan kekuatannya dengan menumbuhkan pohon labu di dekatnya. Bukan hanya itu, Allah mengembalikan seribu umatnya dalam keadaan beriman, dan Allah berikan kemakmuran hidup kepada mereka. (Q.s. as-Shaffat/37: 145-148)

Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa mustajab. Kita dianjurkan untuk sering membacanya, lebih-lebih di saat kita mengalami kesulitan. Saya punya cerita menarik tentang hal ini.

Siang itu, 8 Dzulhijjah, para jamaah haji yang berada di Mekkah mulai bergerak menuju Arafah. Meskipun wuquf baru dilaksanakan keesokan harinya, namun jamaah haji sudah diberangkatkan satu hari sebelumnya. Jarak antara Mekkah dan Arafah tidaklah jauh. Paling-paling 7 km, yang dapat ditempuh dalam waktu tidak berapa lama. Namun, kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan dapat menyebabkan perjalanan menuju Arafah tidak secepat yang kita duga. Ditambah lagi, dengan kemampuan sopir yang tidak menguasai medan. Bahkan, ada kejadian bus baru tiba keesokan harinya. Pemerintah Arab Saudi tidak ingin mengambil risiko besar, karena wuquf adalah rukun haji yang paling penting. Jamaah haji yang tidak wuquf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka hajinya tidak sah. Oleh karena itu, jamaah haji diberangkatkan satu hari sebelum prosesi wuquf, agar pada saat wuquf, mereka benar-benar sudah berada di bumi Arafah.

Saat itu, saya dan 80 orang jamaah haji berada di dalam bus yang diberangkatkan menuju Arafah. Saya duduk di bangku paling depan, sambil memandu para jamaah haji. Suara talbiyah bergema sepanjang jalan menuju Arafah. Berulang kali, bus yang kami tumpangi berputar-putar di jalan yang sama. Saya ikut memberi panduan kepada sopir untuk mengambil rute yang seharusnya. Buat saya, sopir tidak kenal rute-jalan itu masalah biasa. Saya sering mengalaminya di kala musim haji. Maklum, mereka bukan penduduk asli Saudi Arabia. Mereka biasanya datang dari Mesir, Palestina, Syiria, dan Turki. Bahkan, dari identitas mereka yang saya baca, mereka baru menginjakkan kakinya di Mekkah beberapa hari yang lalu. Jadi, wajar saja kalau mereka sering kesasar. Untuk itu, biasanya sopir ditemani oleh satu orang dari maktab, yang ikut memandu perjalanan.

Bus yang kami tumpangi makin jauh dari arah Arafah. Jamaah mulai tahu bahwa sopir sudah salah jalan. Mereka mulai gelisah. Saya berusaha menenangkan mereka. Saya sadarkan mereka bahwa mereka sedang berihram. Saya ingatkan mereka jangan sampai keluar dari mulut mereka kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya, karena itu akan merusak ihram mereka. Saya katakan bahwa ini adalah ujian untuk menguji kesabaran kita dalam menjalankan perintah Allah swt. Saya mengajak semua jamaah untuk membaca istighfar. Sepanjang jalan, saya selingi ucapan talbiyah dengan istighfar. Saya pun teringat dengan doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan Nun, ‘La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzhalimin’. Saya juga meminta jamaah untuk membaca doa itu. Doa itu pun kami baca berulang-ulang. Suasana di dalam bus menjadi syahdu. Suara talbiyah, istighfar, dan doa Nabi Yunus terdengar tulus keluar dari mulut-muluh jamaah. Mereka begitu khusyu’. Sepertinya semua jamaah tidak mampu menahan tetesan air mata. Terdengar suara isak-tangis kecil.

Alhamdulillah, doa kami menembus Arsy! Allah swt. menghilangkan kegelisahan kami. Bus kami mulai berada di jalur yang benar menuju Arafah.

Kami pun menjadi lega, manakala bus kami sudah memasuki kawasan Arafah yang dipenuhi dengan kemah-kemah.

La ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin… Tidak ada tuhan selain-Mu. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku ini sudah berlaku zalim…

Pesan Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad

18 Mar

Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad (wafat 1132 H) adalah seorang alim besar. Beliau gigih berdakwah ke segala lapisan masyarakat, sehingga digelari Quthb al-Dakwah wa al-Irsyad (Poros Dakwah dan Petunjuk). Beliau juga dianggap sebagai mujaddid (pembaharu). Biasanya orang mengenal Habib Abdullah melalui kumpulan doa-doanya, yang biasa disebut Ratib al-Haddad dan Wird al-Lathif. Paling tidak, ada 10 karya Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang sudah dicetak.

Kali ini, saya ingin menuliskan (tepatnya: menerjemahkan) sebagian pesan beliau yang ada dalam kitab Risalah al-Mu’awanah, tentang bagaimana akhlak kita sesama Muslim.

Beliau berpesan,

Hendaknya Anda banyak-banyak berdoa dan istighfar (memohon ampun) secara khusus untuk diri sendiri, kedua orangtua, kerabat, dan teman-teman Anda, dan kepada seluruh kaum Muslim pada umumnya. Sesungguhnya doa seorang Muslim kepada saudaranya yang jauh adalah mustajab, sebagaimana sabda Rasulullah saw., ‘Ada dua doa yang tidak ada hijab (penghalang) dengan Allah, yaitu doa orang yang tertindas dan doa orang muslim kepada saudaranya yang jauh’.

Rasulullah saw. juga bersabda, ‘Jika seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang jauh, maka malaikat berkata, ‘Amin, dan engkau juga mendapatkan seperti itu’.

Maymun bin Mahran rahimahullah berkata, ‘Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada kedua orangtuanya sehabis shalat lima waktu, maka dia sudah dianggap orang yang bersyukur kepada kedua orangtuanya, sebagaimana yang Allah perintahkan dalam firman-Nya, ‘Hendaknya engkau bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu’.

Ada juga keterangan yang mengatakan bahwa, ‘Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada orang beriman laki-laki dan perempuan setiap hari sebanyak 27 kali, maka ia menjadi orang yang doanya dikabulkan dan dengan doanya itu manusia mendapatkan rizki dan menurunkan hujan’. Kalau sudah seperti ini, maka ia sudah menyandang sifat wali Allah.

Semangat Menghadapi Hidup

18 Feb

Ajaran agama kita yang indah ini, yang kita temukan dalam firman Allah swt. dan sabda Rasul-Nya, mengajarkan kita untuk mengisi dunia dengan amal shalih dan tidak terlena dengan dunia sehingga melupakan kepentingan akhirat yang lebih utama.

Rasulullah saw. sudah mengajarkan kita doa-doa yang indah. Bacalah doa-doa berikut dengan khusyu‘, niscaya hati Anda akan hidup kembali. Anda akan siap menghadapi dunia. Dan, Anda akan bersemangat untuk mencari perbekalan akhirat.

‘Ya Allah, berikan kami rasa takut kepada-Mu yang membentengi diri kami dari berbuat durhaka pada-Mu. Berikan kami ketaatan yang menyampaikan kami kepada surga-Mu. Berikan kami keyakinan yang membuat musibah dunia menjadi terasa ringan bagi kami. Berikan kami kenikmatan atas pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kami hidup. Jadikan orang-orang yang mewarisi kami adalah dari kalangan kami sendiri. Jadikan balasan kami tertuju kepada orang-orang yang menzalimi kami. Bantulah kami dari orang-orang yang memusuhi kami. Jangan Kau jadikan musibah yang menimpa kami terjadi pada agama kami. Jangan Kau jadikan dunia sebagai obsesi terbesar kami dan tujuan ilmu kami. Jangan Kau jadikan kami dikuasai oleh orang-orang yang tidak mengasihi kami’.

‘Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi benteng-kesucian urusanku. Perbaikilah duniaku, yang di dalamnya aku mencari penghidupan. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai penambah segala macam kebaikan untuk diriku. Jadikanlah kematian yang akan aku alami sebagai pelepas-lelah dari segala macam keburukan yang menimpaku’.

Amin…