Tag Archives: baik sangka

Berbaik Sangka adalah Bagian dari Iman

8 Jul

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha pernah dituduh berselingkuh dengan Shofwan bin Muatthal r.a. Dalam sejarah, peristiwa itu dikenal dengan nama Hadits al-Ifk (Gossip Murahan). Namun, Allah swt. membebaskan Aisyah dari tuduhan keji itu dengan menurunkan wahyu kepada Rasulullah saw. (lihat al-Quran surat an-Nur/24: 11-26) 

Ketika peristiwa itu sedang heboh, berkatalah istri Abu Ayyub kepada suaminya, ‘Wahai suamiku, apakah engkau mendengar apa yang diomongkan orang tentang Aisyah?’ 

Abu Ayyub, sang suami, menjawab, ‘Ya, aku mendengarnya. Namun, semua omongan itu dusta belaka’. 

Lalu Abu Ayyub balik bertanya kepada istrinya, ‘Engkau sendiri, wahai istriku, apakah mungkin melakukan selingkuh?’ 

Istrinya menjawab dengan tegas, ‘Demi Allah, aku tidak mungkin melakukannya!’ 

Abu Ayyub berkata, ‘Baguslah kalau begitu. Engkau saja tidak mungkin melakukannya, apalagi Aisyah. Tentu saja, Aisyah lebih baik dari kamu’. 

Saudaraku, 

Meskipun Allah sudah memberikan pembelaan terhadap Aisyah, namun ada kelompok tertentu yang sampai saat ini masih mendiskreditkan Aisyah. Mereka masih mengaku Muslim. Sebenarnya, mereka adalah kelompok yang tidak mempercayai al-Quran dan tidak mencintai Muhammad saw. Mereka adalah kelompok yang hatinya penuh prasangka, padahal prasangka lebih banyak tidak benarnya. Mereka tidak mendahulukan prasangka baik, padahal bersangka baik adalah bagian dari iman.

Bersangka Baik Sajalah

11 Mar

Kata Sufyan ats-Tsawry rahimahullah, ‘Tangisan itu memiliki 10 cabang. Satu cabang datangnya dari Allah swt., dan 9 cabang lainnya berasal dari riya’. Jika seseorang menangis satu kali saja seumur hidupnya dengan tangisan yang datangnya dari Allah swt., maka ia akan selamat dari neraka’.

Makhul ad-Dimasyqi rahimahullah berkata, ‘Jika engkau melihat seseorang menangis, maka ikutlah menangis. Jangan engkau menyangka bahwa ia menangis karena riya’. Suatu kali, aku pernah menyangka seseorang yang menangis karena riya’, akibatnya Allah mengharamkan bagiku menangis selama satu tahun’