Tag Archives: bisnis

Bekerjalah untuk Duniamu Seakan-akan Engkau akan Hidup Selamanya

16 Jun

‘Bekerjalah engkau untuk kepentingan duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah engkau untuk kepentingan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok’.

Ungkapan tersebut sangat populer di masyarakat. Saking populernya, dianggap sebagai hadits Nabi saw. 

Sebenarnya, ungkapan tersebut BUKAN hadits. Ungkapan itu adalah perkataan seorang sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu anhu. Jadi, ini hanya soal pandangan Abdullah tentang masalah keduniaan.

Lalu, apa makna ungkapan Abdullah bin Amr bin al-Ash itu? Tentu saja beragam jawabannya.

Pertama, ada anggapan bahwa kita harus hidup seimbang, antara dunia dan akhirat.

Kedua, ungkapan tersebut maknanya justru KEBALIKAN dari makna pertama. Artinya, ungkapan tersebut mengisyaratkan bahwa akhirat lebih utama dibanding dunia. Apa buktinya? Buktinya bahwa untuk urusan akhirat harus disegerakan (karena waktunya sempit, yaitu besok), dan urusan dunia boleh ditunda (karena waktunya masih panjang yaitu hidup selama-lamanya). 

Jadi, ungkapan tersebut hanya soal perbandingan antara dunia dan akhirat.

Perlu juga kita pahami bahwa yang namanya masalah keduniaan tidak melulu soal dunia, dan masalah keakhiratan tidak selalu soal akhirat. 

Bisa jadi, suatu perbuatan kelihatannya dunia, namun sebenarnya ia bernilai akhirat. Contoh: seorang pebisnis yang berbisnis untuk menafkahi keluarganya. Lalu ia tidak lupa bersedekah, berzakat, dan membantu orang lain.

Bisa jadi, suatu perbuatan kelihatannya akhirat, namun sebenarnya ia bernilai dunia. Contoh: membantu korban bencana sambil menonjolkan dirinya/partainya. Di sini perbuatannya bernilai dunia, yaitu pamrih ingin dipuji sebagai orang yang peduli atau dipuji sebagai partai yang pro rakyat. 

Jadi, perbuatan apapun yang bernilai akhirat, maka itu perlu diprioritaskan. Tentu saja dengan niat yang benar.

Jika niatnya akhirat, maka dunia akan ikut terbawa. Jika niatnya dunia, maka akhirat tidak akan ikut terbawa. Al-Quran menilainya seperti haba’an mantsura (debu yang beterbangan).

Iklan

Seks dan Pornografi sebagai Ladang Bisnis

18 Feb

Masalah pornografi adalah salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat Muslim saat ini. Revolusi teknologi informasi dijadikan alat oleh musuh-musuh Islam untuk mengkampanyekan pornografi dan anti Islam melalui media cetak dan elektronik. Semua ini disebarluaskan sehingga kaum Muslim jauh dari kemuliaan agamanya dan akhirnya menjadi lemah.

Biasanya, pornografi masuk melalui pintu seni sekular. Oleh karena itu, umumnya pendukung pornografi adalah para seniman sekular, yang menganggap pornografi adalah bagian dari seni. Sebenarnya, mereka telah menjadikan pornografi sebagai ladang bisnis!

Perhatikan, bahwa sinetron atau film kurang sempurna jika tidak dibumbui pornografi. Blog menjadi mudah terindeks jika tulisan yang diangkat seputar masalah ‘lendir’. Dengarkan, bahwa lagu kurang trendy jika tidak dinyanyikan dengan syair kotor dan gerakan sensual. Lihat, bahwa iklan, fotografi, mode, dan lukisan tidak dianggap indah jika tidak memperlihatkan senyum nakal, pakaian seronok, dan lekuk tubuh. Syetan telah menutup hati mereka dari kebenaran dan memasukkan paham bahwa yang dilakukannya adalah suatu kebaikan. Mereka menilai sensor terhadap pornografi sebagai pemasungan terhadap kreativitas seni.

Mereka adalah orang-orang yang dinyatakan Allah swt. dalam al-Quran,

Katakanlah, ‘Bagaimana kalau Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang aktivitasnya paling rugi?’. Mereka adalah orang-orang yang aktivitasnya sesat dalam kehidupan dunia ini, namun mereka beranggapan bahwa mereka telah berbuat baik dengan aktivitasnya itu’. (Q.s. al-Kahfi [18]: 103-104)