Hubungan Mesra antara Iblis dan Yahudi

28 Jan

Pada posting sebelumnya, saya pernah menulis tentang Curriculum Vitae Iblis. Kali ini, saya akan menulis tentang ‘hubungan mesra’ antara Iblis dan Yahudi.

Dalam al-Quran, orang-orang Yahudi memiliki kesamaan sifat dengan Iblis. Perhatikan, kisah Bani Israil selalu saja disebutkan setelah kisah Iblis dengan Adam. Dosa-dosa yang dilakukan Bani Israil adalah juga dosa-dosa yang dilakukan Iblis sejak mereka hadir di dunia ini.

Mari, kita lihat kesamaan Iblis dan Yahudi.

Sifat pertama, dengki. Iblis dikenal sebagai makhluk yang dengki. Dan orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang paling dengki.

Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.” (Yusuf: 9)

Sifat kedua, sombong dan rasialis. Setelah Allah menciptakan Adam, Allah meminta malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam, namun Iblis menolaknya.

Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab, ‘Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang Engkau ciptakan dia dari tanah’ (al-A’raf: 12)

Orang-orang Yahudi juga meneriakkan rasialisme dan menganggap diri mereka sebagai Sya’bullah al-Mukhtar (bangsa Allah yang terpilih).

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, ‘Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya’ (al-Maidah: 18)

Sifat ketiga, Iblis dan Yahudi kerjanya merusak. Tentang Iblis, Allah berfirman,

Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar (an-Nur: 21)

Tentang Yahudi, Allah berfirman,

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu mengikat, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi (al-Baqarah: 27)

Sifat keempat, Allah menyebut Iblis sebagai musuh bagi manusia dan memerintahkan manusia untuk menjadikannya sebagai musuh abadi.

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu). (Fathir: 6)

Dan Allah menggambarkan orang-orang Yahudi sebagai orang yang paling memusuhi umat Islam. Allah berfirman,

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (al-Maidah: 82)

Sifat kelima, Allah telah memperingatkan umat Islam agar jangan terpengaruh dan menjadi pengikut Iblis. Allah berfirman,

Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan…( an-Nur: 21)

Tentang Yahudi, Allah juga melarang umat Islam untuk menjadi teman dan pengikut mereka.

Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (al-Ma’idah: 51)

Sifat keenam, Iblis dan Yahudi berhasrat untuk mengkafirkan umat Islam dengan segala cara.

Iblis berkata, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. (al-A’raf: 16)

Tentang hasrat Yahudi untuk mengkafirkan umat Islam, Allah berfirman,

Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. (al-Baqarah: 109)

Sifat ketujuh, Yahudi lebih kasar dan tidak sopan perkataannya kepada Allah dibanding Iblis. Ketika bersumpah untuk menyesatkan manusia, Iblis masih bersumpah dengan Kekuasaan Allah.

Iblis berkata, ‘Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya’ (Shad: 82)

SedangkanYahudi sama sekali tidak mengenal kemuliaan Allah. Mereka tidak pernah berharap Kemuliaan Allah. Mereka malah berkata,

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan, ‘Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya’ (Ali Imran: 181)

Mereka juga berkata, ‘Tangan Allah terbelenggu’ (al-Maidah: 64)

6 Tanggapan to “Hubungan Mesra antara Iblis dan Yahudi”

  1. kgs m syukri 14 April 2015 pada 09:03 #

    Sekarang ini ada yang mengaku islam tulen tapi mengkafirkan (takfiri) orang lain yang beragama islam bagaimana dengan kaitannya dengan sifat keenam ust.

  2. tengku adhy sudana 20 November 2012 pada 08:00 #

    Agama yang benar di sisi Alloh hanya Islam, perilaku non muslim yg baik bkn berarti kita lantas membenarkan agama mereka…salah kaprah itu. Yang ditulis ini jelas bahwa yahudi yang menzhalimi umat muslim hrs kita perangi ( ada dalilnya) n bkn provakasi, sdgkn yg tidak ya gak usah. Jangan kita terjebak dlm rasa ” tidak enak,tenggang rasa dll trhdp umat non muslim ” tp akhirnya memburamkan aqidah kita yg sesuai dgn Sunnah Rosullullah. Ingat temanmu adalah agamamu dan hati2 Syeitan menggoda kita melalui jalur manapun.

  3. Donnie 20 Februari 2012 pada 15:48 #

    Assalamualaikum Wr Wb.
    Menurut sy pribadi, tulisan dan judul di atas agak provokatif, membangkitkan “semangat” untuk membenci kaum Yahudi. Yg orang2 Indonesia sering salah kaprah adalah, tidak bisa membedakan Yahudi sebagai agama, sebagai bangsa/negara dan sebagai suku atau keturunan. Kalau mau merujuk ke Al Quran, banyak orang2 Arab di masa Rasulullah yg juga bersifat dan berkelakuan spt iblis. Knp gak nulis “Hubungan Iblis dan Arab” sekalian pak?

    Maksud dari komentar saya adalah:
    1. Jgn sampai kebencian atas suatu kaum, membuat kita berlaku tidak adil terhadap mereka. Banyak Muslim yg punya kelakuan spt iblis pak. Gak percaya, tengok aja kelakuan kebanyakan orang di negara kita. Sementara itu banyk juga non muslim yang baik, cinta damai, jujur, etc.
    2. Saya senang dengan tulisan2 bapak yang lainnya, tapi kurang sreg yang satu ini. Menurut saya, dalam berdakwah, mending kita konsentrasi ke diri kita sendiri. Mikirin umat islam yang masih banyak kekurangannya. Tidak perlu menanamkan sifat kebencian terhadap agama atau suku bangsa lain.

    Wallahualam bish sawab.

    • Bang Aziem 10 Mei 2012 pada 16:26 #

      Wa alaykumussalam wa rahmatullah wa barakatuh, Mas Donnie.

      Saya tidak sedang menyebarkan kebencian terhadap Yahudi. Hampir semua orang terpelajar sudah tahu sepak terjang Yahudi. Bahkan, al-Quran sudah menyebutnya sebagai al-Maghdub. Itulah penggalan surat al-Fatihah yang dibaca setiap Muslim dalam shalat lima waktunya. Kalau Allah swt sudah menyebut al-Maghdub, apakah kita perlu menyebut Yahudi sebagai al-Mahbub (pantas dicintai)? Jadi, saya hanya mengabarkan. Bukan melakukan provokasi. Yang saya lakukan justru selalu ada hubungannya dengan urusan kaum Muslim. Agama kita, Islam, tidak pernah mengajarkan kita untuk menanamkan kebencian kepada ajaran agama lain. ‘Bagi kalian, urusilah agama kalian sendiri. Dan bagiku, cukuplah menjadi urusan agamaku sendiri’. Surat al-Kafirun sudah mengabarkan yang demikian, bukan?

      Terimakasih sudah mampir.

      • Hamba Allah 31 Mei 2012 pada 08:42 #

        Saya ada keturunan yahudi, beragama islam. Apa saya tidak bisa masuk surga walau saya berusaha. Terima kasih, banyak artikel anda yg bagus dan membangun🙂

    • Yulius Saputra 23 Juli 2012 pada 00:06 #

      pernah denger hadist seperti ini ga masbro?
      “Kiamat tidak akan terjadi sebelum Kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi”
      klo blm pernah denger saya yakin dari angka 1 sampai 100 persen kadar keimanan anda hanyalah 1%
      Wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: