Apakah Allah Ada?: Belajar dari Debat Orang Beriman dengan Atheis

16 Jun

Suatu hari, terjadi perdebatan antara orang beriman yang cerdas dengan seorang atheis. Si atheis bertanya, ‘Anda percaya dengan adanya Allah?’

Orang beriman (mukmin) itu menjawab, ‘Ya, saya yakin dan tidak ragu sama sekali’.

Si atheis bertanya lagi, ‘Apakah Anda pernah melihat tuhan Anda?’

Si mukmin menjawab, ‘Belum’.

Si atheis bertanya lagi, ‘Apakah engkau pernah mendengar suaranya?’

Si mukmin menjawab, ‘Belum pernah sama sekali’.

Si atheis masih bertanya, ‘Apakah Anda pernah mencium baunya dan menyentuhnya?’

Si mukmin menjawab, ‘Tidak pernah’.

Terakhir, si atheis berkata, ‘Kalau begitu, bagaimana engkau bisa percaya dengan keberadaan Allah, Tuhanmu itu?’

Kini, giliran si mukmin berkata, ‘Saya tidak akan banyak tanya. Sekarang saya tanya: apakah Anda pernah melihat akalmu?’

Si atheis menjawab, ‘Tidak pernah’

Si mukmin bertanya lagi, ‘Apakah Anda pernah mencium baunya dan menyentuhnya?’

Si atheis menjawab, ‘Tentu saja belum pernah’.

Lalu si mukmin berkata, ‘Kalau begitu, bagaimana bisa Anda menganggap dirimu sebagai orang berakal?’

Si atheis pun diam seribu basa.

3 Tanggapan to “Apakah Allah Ada?: Belajar dari Debat Orang Beriman dengan Atheis”

  1. Afif Hidayat 22 Oktober 2011 pada 02:20 #

    saya juga pernah ditanya tentang masalah ini, tp karena kedangkalan ilmu saya, saya ga bisa jawab…

  2. Afif Hidayat 22 Oktober 2011 pada 01:47 #

    Izin share ya ustadz…..

  3. dian 1 Desember 2010 pada 14:51 #

    hehehe… artikel yg bagus menginspirasi kita jika ada pertanyaan seperti itu…

    Thanks bang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: