Ibn al-Arabi dan Ibnu Arabi: Apakah Sama?

15 Jun

Dalam banyak buku sering kita temukan nama Ibn al-Arabi dan Ibnu Arabi. Apakah dua nama itu sama, alias satu orang? Jawabnya: dua nama itu adalah nama dua orang yang berlainan.

Baik Ibnu al-Arabi dan Ibnu Arabi berasal dari Andalusia, sebuah kota yang melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan sastrawan. Keduanya adalah orang alim di bidangnya masing-masing.

Ibnu al-Arabi adalah seorang Qadhi (Hakim). Nama lengkapnya: Abu Bakar bin al-Arabi. Ia lahir lebih dulu dibanding Ibnu Arabi. Ibn al-Arabi lahir di Sevilla (Isybilia) 22 Sya’ban 468 Hijriah. Beliau wafat pada hari Ahad di bulan Rabi’ al-Awwal tahun 543 Hijriah, dalam usia 75 tahun. Ibn al-Arabi bermazhab Maliki.

Ketika melakukan kunjungan ke Baghdad, Ibn al-Arabi sempat bertemu Imam al-Ghazali. Ibn al-Arabi banyak menulis buku, yang terkenal di antaranya adalah Ahkam al-Quran (tafsir ayat ahkam), Aridhah al-Ahwadzi Syarh Sunan at-Tirmidzi (syarh hadits), dan al-Awashim min al-Qawashim (tentang kedudukan para sahabat sepeninggal Rasul saw., yang meng-counter pendapat Syiah Rafidhah).

Sedangkan Ibnu Arabi adalah seorang Sufi. Nama lengkapnya: Muhammad bin Ali bin Muhammad bin al-Arabi. Kadangkala namanya disebut Muhyiddin Ibnu Arabi, untuk membedakannya dengan Ibn al-Arabi. Ibnu Arabi lahir di Murcia, malam Senin 17 Ramadhan 560 Hijriah. Beliau wafat pada malam Jumat 22 Rabi’ al-Awwal 638 Hijriah, dalam usia 70 tahun. Karena ia seorang sufi, mazhabnya tidak jelas. Bahkan ada yang mengatakan ia bermazhab Syiah. Melihat ia besar di Andalusia, kemungkinan Ibnu Arabi adalah seorang Sunni, bermazhab antara Zhahiri dan Maliki. 

Ibnu Arabi menghasilkan banyak karya, sekitar 300 buku. Buku-buku yang dihasilkan Ibnu Arabi adalah tentang tasawwuf. Di antara buku-buku itu, yang dikenal adalah Fushush al-Hikam, Futuhat al-Makkiyyah, Tarjuman al-Asywaq, Muhadharat al-Abrar, dan al-Isfar. Futuhat adalah karya besarnya yg menyingkap ilmu ghaib antara sang hamba dan sang Khaliq. Dalam dunia tasawwuf, ia digelari Syaikh al-Akbar. 

Para ulama berbeda pendapat tentang Ibnu Arabi ini. Sebagian mengatakan ia adalah seorang wali, sebagian lain menuduhnya sesat, sebagian lagi tidak berkomentar apa-apa.

Tentang Ibnu Arabi, Imam Jalaluddin as-Suyuthi berkomentar, ‘Menurut saya, lebih utama adalah menganggapnya seorang wali. Buat orang-orang yang tidak memiliki kedalaman ilmu, sebaiknya tidak membaca buku-bukunya’.

9 Tanggapan to “Ibn al-Arabi dan Ibnu Arabi: Apakah Sama?”

  1. akmalhasan 18 Februari 2011 pada 13:54 #

    Saya juga pernah mendengar bliau Ibnu Arabi (IA) seorang wali qutb di jamannya. Semoga Allah memberkahi ruhnya… Amiin

  2. dildaar80 14 Januari 2011 pada 13:49 #

    salam keren..

  3. MAS 14 Januari 2011 pada 13:23 #

    salam..

  4. arRa II 15 Juni 2010 pada 13:13 #

    InsyaAllah bang, blog yang sangat bermanfaat, ngak rugi datang berkunjung, baca-baca, mondar-mandir juga di blog ini, hmm..

    • Bang Aziem 15 Juni 2010 pada 19:33 #

      Insya Allah, mondar-mandirnya dapat bonus pahala🙂

  5. arRa II 15 Juni 2010 pada 12:30 #

    assalamualaikum..
    hmm nice posting gan, sangat bermanfaat nih, salam..

    • Bang Aziem 15 Juni 2010 pada 12:46 #

      Wa alaykumussalam wa rahmatullah, Gan…
      Sering2 mampir ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: