Berhaji dengan Harta Haram

25 Mei

Haji adalah ibadah yang ‘istimewa’. Salah satu keistimewaannya — dibanding shalat, zakat, dan puasa — adalah bahwa perintah haji selalu digandengkan dengan redaksi semata-mata untuk Allah. Perhatikan firman-firman Allah swt. berikut.

 ‘Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah semata-mata untuk Allah…’ (Q.s. al-Baqarah/2: 196)

‘… bagi manusia diwajibkan melaksanakan haji semata-mata untuk Allah, yaitu bagi mereka yang memiliki kemampuan melakukan perjalanan ke Baytullah…’ (Q.s. Ali Imran/2: 97)

Dengan demikian, ibadah haji harus dilakukan dengan segala sesuatu yang diridhai Allah swt., mulai dari niatnya, ongkos perjalanannya, sampai prosesnya pelaksanaannya.

Rasulullah saw. pernah bersabda,

‘Sesungguhnya Allah itu baik, dan Ia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik-baik saja’. (Hadits, riwayat Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)

Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya menceritakan peristiwa menarik tentang sikap masyarakat Quraisy terhadap Ka’bah. Saat itu, kondisi Ka‘bah mulai rapuh, sehingga perlu diperbaiki. Masyarakat Quraisy melakukan rapat. Dalam rapat itu, salah seorang dari mereka mengingatkan,

‘Wahai masyarakat Quraisy, janganlah kalian masukkan anggaran biaya pembangunannya dari hasil usaha kalian, kecuali dari sumber yang baik-baik saja. Jangan pula dari hasil merampok, jual beli riba, atau dari hasil menzalimi orang lain!’.

Masya Allah! Jika orang kafir Quraisy saja tidak ingin membangun Ka‘bah dengan harta yang haram, apalagi kita kaum Muslim, yang percaya dengan Allah swt. Kita tentu lebih pantas memuliakan Ka‘bah melebihi mereka.

Oleh karena itu, berdasarkan petunjuk Allah swt. dan Rasul-Nya, berhaji dengan harta haram tidak dibolehkan. Larangan ini juga berlaku untuk ibadah umrah.

8 Tanggapan to “Berhaji dengan Harta Haram”

  1. arsyuluddin 11 Juli 2010 pada 15:03 #

    nyang aneh lagi tad, blakangan prilaku selebritas kita seolah2 menggambarkan pergi umrah atawa haji sebagai bentuk pensucian diri dari dosa (slingkuh biasanya) yg udah dia lakukan…. lucu

  2. Padly 15 Juni 2010 pada 10:56 #

    Trus gimana dgn para pejabat korup yang selalu memakan uang rakyat Bang? Nilai hajinya bagaimana?

    • Bang Aziem 15 Juni 2010 pada 11:45 #

      Jika ia berangkat dgn harta haram, otomatis nilai hajinya batal sejak awal. Hajinya mardud (tertolak). Namun, jika ia bertaubat sebelum berangkat dan menggunakan harta yang halal, maka nilai hajinya mabrur. (dilimpahi kebaikan).

  3. Ali Reza 15 Juni 2010 pada 09:44 #

    Sayangnya, masih ada orang-orang yang anggap haji bisa mensucikan harta. Karena menghitung-hitung pahala, “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya. (QS. 6:160) Diperkeruh dengan orang yang hajinya berkali-kali.

  4. sedjatee 25 Mei 2010 pada 07:30 #

    setuju banget… hendaknya ini dibaca oleh orang-orang fasik yang dengan semangat gengsi semata menjalankan ibadah haji dan umrah.. Allah Maha Tahu… salam sukses..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    • Bang Aziem 25 Mei 2010 pada 07:46 #

      Salam sukses juga… saya sudah silaturrahim balik… Blog Anda okehhhhh !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: