Menyoal Fatwa tentang Merokok

16 Mar

Para ulama memberikan beragam fatwa tentang merokok. Sebagian mengatakan hukum merokok adalah halal. Sebagian mengatakan hukumnya makruh. Sebagian mengatakan hukumnya haram. Sebagian lagi mengatakan bahwa merokok sama dengan minum khamr, sehingga pelakunya perlu dikenai had (sanksi).

Di Indonesia, Majlis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa haram tentang merokok. Ormas Muhammadiyah dalam waktu dekat juga akan mengeluarkan fatwa yang sama.

Islam adalah solusi. Tidak ada satu masalah pun yang tidak ada solusinya dalam ajaran Islam. Begitu pula masalah hukum merokok. Bagaimana dengan orang yang berusaha berhenti merokok, namun selalu kalah dengan ‘kebiasaan’ buruknya itu?

Saya bukan perokok. Namun, saya menemukan fatwa tentang merokok, yang menurut saya, cukup elegan. Fatwa itu datangnya dari ulama kharismatik dan pakar tafsir abad ini, yaitu Prof Dr Syaikh Wahbah az-Zuhayli dari Syiria. Beliau sering diundang oleh dunia islam internasional. Bahkan, beliau sudah berulangkali datang ke Indonesia.

Dalam Fatawa al-Ashr (Fatwa Kontemporer), Syaikh Wahbah az-Zuhayli berpendapat,

Hukum merokok adalah makruh. Namun, jika dokter mengatakan bahwa dengan merokok kesehatan Anda makin memburuk, maka hukum merokok menjadi haram. Menurut pandangan saya, rokok dampaknya lebih buruk dari khamr. Sebenarnya, merokok adalah kebiasan yang buruk. Oleh karena itu, jangan Anda merokok di depan anak-anak Anda, agar mereka tidak belajar kebiasaan buruk itu dari Anda. Jangan pula Anda merokok di tempat keramaian (banyak orang). Ketika Anda merokok, berarti Anda sudah melakukan suatu keburukan. Ketika Anda melakukan suatu keburukan, maka iringilah dengan melakukan suatu kebaikan, sehingga keburukan tersebut terhapus. Oleh karena itu, (jika Anda masih merokok juga) wajib bagi Anda untuk mengeluarkan sedekah sebesar harga rokok yang Anda hisap.

Fatwa itu saya nilai aktual, komprehensif, sekaligus sejuk. Semoga Allah swt. merahmati Syaikh Wahbah az-Zuhayli.

6 Tanggapan to “Menyoal Fatwa tentang Merokok”

  1. Dahrinsyah Cane 29 Juli 2011 pada 13:39 #

    lw menurut aq..
    masalah rokok halal,makruh,haram..
    itu tergantung individunya,,
    dia mw mengimani ijtihaj ulama yg mana,,,

  2. Rozy 16 Maret 2010 pada 14:26 #

    :thumbs up:

    • Bang Aziem 16 Maret 2010 pada 15:31 #

      1 jempol, 2 jempol, atau 4 jempol?🙂

      • Rozy 16 Maret 2010 pada 16:45 #

        Berapapun jempol yang Bang Aziem suka🙂

      • Bang Aziem 16 Maret 2010 pada 17:42 #

        🙂🙂🙂

        Barakallahu fik ya akhi…

      • Rozy 17 Maret 2010 pada 07:03 #

        Wa iyyaka ya ustadz…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: