Sukses dengan Rendah Hati

9 Mar

Kata Mujahid, ‘Ketika Allah swt. menenggelamkan kaum Nabi Nuh alayhissalam, maka gunung-gunung meninggi dan kayu-kayu menunduk, sehingga dengan izin Allah swt. tercipta landasan pacu bagi kapal Nabi Nuh. Lalu Allah swt. berfirman kepada gunung-gunung, ‘Aku akan mengajak seorang Nabi bercakap-cakap di atas sebuah gunung’.

Maka, setiap gunung berusaha meninggikan dirinya masing-masing. Sementara, bukit Thursina tidak ikut-ikutan. Ia hanya menundukkan dirinya. Akhirnya, Allah swt. memilih bukit Thursina sebagai tempat percakapan dengan Nabi Musa, karena tawadhu’-nya bukit itu’.

Tawadhu (rendah hati) sangat baik untuk setiap orang, dan lebih baik lagi buat orang-orang kaya. Takabbur (sombong) adalah buruk untuk setiap orang, dan lebih buruk lagi  buat orang-orang miskin.

Seseorang tidak akan tinggi kedudukannya kecuali dengan sikap rendah hati, dan seseorang tidak akan terhina kecuali dengan kesombongan.

*Adaptasi dari Syaikh Abdul Hamid al-Anquri, Munyah al-Waizhin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: