Tangisan dan Air Mata yang Menyelamatkan Kita

3 Mar

Menangislah karena Anda pernah melakukan suatu kecerobohan dalam hidup. Menangislah bahwa Anda sudah menghabiskan usia muda dengan melupakan perintah-perintah Allah swt. Menangislah bahwa sampai usia setua ini, Anda masih belum merasakan nikmatnya shalat, membaca al-Quran, dan berdoa. Menangislah bahwa selama ini Anda telah salah mendidik anak dan istri. Menangislah bahwa selama ini Anda membangun dan menghidupi keluarga dengan cara-cara yang jauh dari tuntunan agama. Menangislah karena selama ini Anda tidak bangga menjadi seorang Muslim. Menangislah karena selama ini Anda tidak takut dengan balasan Allah terhadap perbuatan-perbuatan buruk yang Anda lakukan secara sembunyi, lebih-lebih secara terang-terangan. Merintihlah di hadapan Allah karena Anda sering kebablasan melanggar larangan-Nya.

Namun, jangan pernah berputus asa jika Anda berbuat dosa. Contohlah Adam alayhissalam: makhluk yang Allah swt. ciptakan dengan dua tangan-Nya sendiri, yang Allah tiupkan ruh-Nya ke dalam dirinya, yang malaikat bersujud kepadanya, yang Allah swt. berikan kenikmatan surga dan istri yang cantik. Ia melakukan kesalahan. Kemudian bertaubat. Allah pun menerima taubatnya. Bahkan, Allah akan mengembalikannya ke surga.

Ketika Anda melakukan dosa karena kecerobohan, maka sembunyikanlah aib itu dan jangan ceritakan kepada orang lain. Rasulullah saw. berpesan kepada kita untuk tidak menceritakan aib kita sendiri kepada orang lain, dengan sabdanya,

‘Seluruh ummatku pasti dimaafkan kesalahannya, kecuali orang yang membeberkan (kesalahannya kepada publik). Mereka adalah orang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari, kemudian memasuki pagi hari dan Allah telah menutupi kesalahannya itu, namun dia bercerita kepada orang lain, ‘Wahai Fulan, semalam saya sudah melakukan ini itu’. Padahal, Allah sudah menutupi aibnya itu, tapi ia malah membuka tutupan itu pagi harinya’. (Hadits, riwayat Bukhari dan Muslim).

Menceritakan maksiat yang Anda lakukan kepada orang lain termasuk perbuatan dosa, apalagi jika dengan cerita itu masyarakat tahu bahwa Anda adalah bajingan. Menceritakan maksiat yang pernah Anda lakukan akan mendorong orang lain mengikuti jejak Anda. Dengan begitu, dosa yang Anda pikul menjadi berlipat.

Maka, sekarang menangislah. Cucurkan airmata penyesalan. Tangisan Anda yang disertai dengan penyesalan, kini punya nilai berharga di mata Allah. Betapa banyak hamba Allah yang menjadi wali-Nya lantaran banyak menangis karena takut kepada Allah. Betapa banyak hamba Allah yang diselamatkan dari jilatan api neraka lantaran setetes air mata penyesalan.

Dengarlah, bisikan Rasulullah saw. di telinga kita,

‘Api neraka tidak mungkin menjilat seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, seperti tidak mungkinnya air susu yang sudah keluar kembali lagi ke puting-payudara’. (Hadits, riwayat at-Tirmidzi)

Engkau benar duhai Rasulullah dan betapa merdunya bisikanmu itu…

Satu Tanggapan to “Tangisan dan Air Mata yang Menyelamatkan Kita”

  1. royroy8316@ymail.com 26 Oktober 2011 pada 12:36 #

    Ya Alloh Berkahi hidup kami……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: