Dahulukan Akhlak, Stop Bertengkar !

3 Mar

Wa kana al-insanu aktsara syay’in jadalan – manusia memang paling senang berdebat. Begitu kata Allah dalam surat al-Kahfi/18: 54.

Ya, memang benar, kita ini senang berdebat. Debat itu sendiri tidak jadi soal. Yang jadi soal adalah manakala debat itu tidak disandarkan pada pengetahuan yang cukup tentang objek yang diperdebatkan. Kalau sudah begini, maka yang muncul adalah debat kusir yang tidak berkesudahan.

Akses informasi memang ada kaitannya dengan cara pandang kita. Semakin banyak informasi yang kita akses, maka semakin toleran kita. Semakin beragam bacaan yang kita baca, maka semakin berwarna cara pandang kita.

Soal qunut shubuh dan membaca basmalah dalam shalat, adalah sekian contoh kecil yang diributkan ‘orang-orang bodoh’. Mereka lupa bahwa dalam soal-soal seperti itu, maka yang diperlukan adalah kelapangan dada dalam menerima perbedaan. Mereka lupa, bahwa mendahulukan akhlak adalah jauh lebih penting dibanding bertengkar.

Orang yang mencari ilmu dengan niat untuk mendebat ulama, memperdaya orang bodoh, atau agar orang lain merujuk kepadanya, maka neraka siap menampung orang-orang semacam ini. Ini adalah sabda Rasulullah saw.

Nampaknya, apa yang dikatakan Rasulullah saw. sudah benar-benar terjadi. Banyak sekali blog yang dibuat bukan untuk mempersatukan umat, namun untuk kepentingan duniawiah semata.  Anehnya, kita menganggap diri kita bak juru penyelamat. Islam sebagai rahmatan lil alamin tenggelam oleh perilaku orang islam sendiri.

Kita sering lupa, bahwa ilmu adalah untuk diamalkan. Kata Imam al-Ghazali, ‘Law qara’ta al-ilma mi’ata sanatin wa jama’ta alfa kitabin, la takunu mustaiddan li rahmatillahi illa bi al-amali – walaupun Anda sudah membaca (mempelajari) ilmu selama ratusan tahun dan mengoleksi ribuan buku, namun Anda tidak akan mendapatkan rahmat Allah kecuali Anda mengamalkan ilmu yang telah Anda pelajari itu’.

Kita lebih sering jadi katak dalam tempurung. Akhirnya, cuma jadi jago kandang.

Wallahul musta’an…

2 Tanggapan to “Dahulukan Akhlak, Stop Bertengkar !”

  1. Bambang S 1 April 2016 pada 11:26 #

    Bisa juga merasa dirinya benar sehingga sayang kalau saudaranya ibadahnya tidak diterima, namun caranya yang kadang-kadang memaksakan kehendaknya sendiri.

  2. jendelakatatiti 6 Maret 2010 pada 16:42 #

    Assalamualaikum, sayangnya yang sering terdengar begitu bicara agama yang terjadi perdebatan, masing-masing merasa pendapatnya paling benar. Mengapa begitu Bang Aziem, di mana-mana umat Islam suka berselisih pendapat, lupa bahwa perbedaan itu rahmat. Kita bisa toleran pada pemeluk agama lain mestinya toleran dan menghormati juga sesama muslim walau terjadi perbedaan toh sama-sama berdasarkan AlQuran dan hadits. Jazakillah Bang Aziem, wassalamualaikum, terima kasih sudah berkunjung ke blogku jendelakatatiti.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: