Sejak Ia Menyadarinya

18 Feb

Sejak ia menyadari kebodohannya, ia makin tak berdaya

Kini ia mulai menyangsikan apa saja yang dilihatnya dengan kasat mata

Kebosanan terus mendera siang malamnya, membuatnya tak berhasrat dengan gemerlapnya gunung dunia

Sejak ia menaiki bukit, ular terus memagut tubuhnya, lubang mematahkan kakiknya, dan duri menusuk jantungnya. Kasihan rasanya, melihat kurus wajahnya

Sejak ia belajar bertapa, kilatan cahaya membuatnya terpesona akan keindahan malam dan bintangnya

Sejak ia belajar menari, lingkaran api terus mengurungnya, mengobarkan semangat cinta, memompakan air mata darah

Sejak ia sering bertamu, kepasrahannya jadi batu, mengeras tak lagi bisa dipecah.

Ia serahkan apa yang ia punya, demi perjalanan panjangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: