Pecinta yang Terkapar

18 Feb

Kekasih,

Engkau tahu betapa besar kerinduanku menatap wajah-Mu

Engkau lebih tahu, mengapa selalu saja ada tabir yang menghalangi pandanganku

Kekasih,

Lama aku mencari-Mu, namun tak kunjung tiba Kau sambut aku

Jika Kau ingin aku merangkak di bawah Kaki Kebesaran-Mu akibat kegelapanku, izinkan aku mengusap kelembutan keagungan-Mu

Kekasih,

Aku percaya bahwa Kau tidak akan bosan merawat nasib pecinta-Mu, seburuk apa pun rupa lakunya

Jadikan rasa percayaku itu, mencukupi kebutuhanku akan diri-Mu

Kekasih,

Jangan tinggalkan aku dengan luka yang terus menganga

Jangan campakkan aku dengan keterasingan mencekam

Jangan usir aku dari rumah-Mu

Jangan telanjangi aku dengan kekerasan-Mu

Kekasih, kini lihatlah aku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: