Ketika Malam Datang

18 Feb

Ketika malam datang, tidak ada yang paling berharga selain mengenang wajah Agung, wajah yang telah menenggelamkan hati para kesatria dan pengembara. Ada kerinduan yang tak pernah habis tertumpahkan. Ada kesyahduan yang menentramkan relung dada. Inilah keindahan malam pecinta yang terluka dengan tatapan wajah Mulia.

Tuhan, Engkau tahu bahwa aku berusaha keras untuk membayar hutang-hutangku: selembar demi selembar, sejengkal demi sejengkal, setapak demi setapak. Hanya inilah yang kupunya, yang kuangsur dengan darah, airmata, dan doa. Jika aku melanggar kesepakatan Alastu yang sudah kita buat semenjak aku berada di alam arwah, sungguh aku tak bermaksud melecehkannya, selain keterpaksaan yang tak kuasa kuhindari. Maafkan aku atas sesuatu yang tak mampu aku menepisnya. Engkau lebih tahu itu.

Tuhan, beri aku kemampuan untuk melunasi utang-utangku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: