Keberkahan Sahur dan Misteri Waktu Sahur

17 Mei

Sahur disebut sahur karena dilakukan di waktu sahar, yaitu waktu menjelang Shubuh. Ada apa dengan sahur dan waktu sahar ini?

Menurut Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah saw. pernah bersabda,

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِيْ السَّحُوْرِ بَرَكَةً.

‘Lakukan sahur, karena di dalam sahur terdapat keberkahan’ (Hadits, riwayat Bukhari nomor 1923 dan Muslim nomor 1095)

Menurut Imam Ibnu Daqiq al-Id, ulama Sunni bermazhab Syafii, dalam kitab Ihkam al-Ahkam fi Syarh Umdat al-Ahkam, ‘Hadits ini menjadi dalil (dasar) dianjurkannya melakukan sahur buat orang yang berpuasa. Sebabnya adalah karena di dalam sahur ada keberkahan. Keberkahan yang dimaksud dalam hadits ini bisa berupa perkara ukhrawi, yaitu sebagai bentuk melaksanakan sunnah Rasulullah, sehingga pelakunya dipastikan mendapatkan ganjaran dan bonus dari melaksanakan sahur. Keberkahan tersebut juga bisa menyangkut persoalan duniawi, yaitu menguatkan fisik orang yang berpuasa dan memudahkannya menjalankan ibadah puasa

‘Kata sahur dalam hadits di atas, bisa dibaca dengan sahur (sin-nya di-fathah-kan) atau suhur (sin-nya di-dhammah-kan). Jika dibaca sahur, maka itu artinya ‘apa yang dijadikan sahur’ (maksudnya: makanan dan minuman). Jika dibaca suhur, maka itu artinya ‘perbuatannya’. Nah, keberkahan yang dimaksud dalam hadits tersebut mencakup dua arti ini: makanan/minumannya dan perbuatannya’.

‘Selain itu juga, sebab dianjurkannnya sahur adalah untuk membedakan diri dengan kebiasaan ahlul kitab yang tidak melakukan sahur’.

Begitu komentar Imam Ibnu Daqiq al-Id.

Bahkan, tentang keutamaan sahur, Rasulullah saw. juga pernah bersabda,

اَلسَّحُوْرُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ، فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَةُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْن.

‘Sahur itu seluruhnya membawa keberkahan. Oleh karena itu, janganlah kalian tinggalkan, meskipun kalian hanya meminum seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya ber-shalawat (berdoa) untuk orang-orang yang melakukan sahur’ (Hadits, riwayat Ahmad).

Selain apa yang dikatakan Iman Ibnu Daqiq al-Id, keberkahan sahur juga membuat orang yang berpuasa bisa bangun di akhir malam, lalu ia berzikir, ber-istighfar, kemudian melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Perhatikan, mengapa pada bulan Ramadhan jamaah shalat Shubuh di masjid meningkat? Ini tidak lain adalah karena keberkahan sahur, yang tidak ditemui pada selain bulan Ramadhan.

Waktu sahur memang memiliki misteri tersendiri. Menurut Allah swt., di antara ciri-ciri orang bertakwa adalah banyak beristighfar, lebih-lebih di waktu sahar (waktu menjelang Shubuh).

Allah swt. berfirman,

‘(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang ber-istighfar di waktu sahur’. (Q.s. Alu Imran/3: 17)

Allah swt. mengistimewakan waktu sahur sebagai waktu yang tepat untuk ber-istighfar karena berdoa di waktu itu lebih dekat untuk dikabulkan, beribadah di waktu itu lebih menggelora, jiwa lebih bening, dan hati lebih menyatu. Demikian yang dikatakan oleh pakar tafsir, Syihabuddin al-Alusi, dalam kitab tafsir Ruh al-Ma’ani. Ibnu Katsir dalamTafsir-nya mengutip sebuah riwayat, bahwa ketika Nabi Ya’qub alayhissalam berkata kepada anak-anaknya ‘Aku akan memintakan ampun untuk kalian kepada Tuhanku’, maka beliau menundanya sampai datang waktu sahur.

Rasulullah saw. bersabda,

‘Setiap malam Allah turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang akhir. Ia pun berkata, ‘Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang ia minta? Adakah hamba-Ku yang berdoa sehingga pasti Aku kabulkan doanya? Adakah hamba-Ku yang ber-istighfar sehingga Aku ampuni dosanya?’ (Hadits, riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Saudaraku, akankah kita ganti waktu sahur yang penuh keberkahan dengan menonton tayangan televisi yang bermuatan komedi, kuis, atau tayangan-tayangan yang tidak mendidik lainnya?

About these ads

6 Tanggapan to “Keberkahan Sahur dan Misteri Waktu Sahur”

  1. dealer pulsa 27 November 2010 pada 11:18 #

    makan sahur walaupun ga berpuasa juga menyehatkan kok. sebelum olahraga pagi makan di saat sahur. kemudian sarapan pagi lagi coba deh kuliah atau krja jd fit

  2. arroudloh 18 Mei 2010 pada 13:21 #

    waktu sahur menyimpan misteri rabbaniyah yang amat dalam. Saat bermunajah bermesraan kepada Allah SWT. Seperti Rabi’ah al Adawiyah, bila malam beranjak jauh, selalu pergi ke lotengnya untuk beribadah dan berasyik masyuk dengan Allah sembari berkata,
    yg artinya, Tuhan, bintang-bintang bergemerlap, mata-mata terpejam lelah, raja-raja menutup pintu gerbangnya, para kekasih berasyik masyuk dengan kekasihnya, dan inilah aku bersimpuh di hadapan-Mu.. Demi kemuliaan-Mu, andai pun Engkau mengusirku dari pintu-Mu, aku tidak akan beranjak darinya karena cintaku pada-Mu yang merasuk sukmaku.

    Maaf kalo ada yang keliru Ustadz.. Al faqir minta maaf.. Tulisan2 ustad bagus, singkat namun sarat pelajaran dan hikmah..

    • Bang Aziem 18 Mei 2010 pada 14:56 #

      Betul… betul… itu memang perkataannya Rabiah. Gak keliru. Bahkan, Rabiah pernah berkata, ‘Istighfaruna yahtaju istighfaran’, artinya istighfar kita masih membutuhkan istighfar yang lain. Maksud Rabiah adalah bisa jadi selama ini istighfar kita palsu, sehingga kita perlu melakukan istighfar baru untuk istighfar kita yang palsu itu.

      Yang baik-baik datangnya dari Allah swt. dan yang jelek-jelek datangnya dari saya dan syaithan.

  3. tedisobandi 17 Mei 2010 pada 22:05 #

    betul ya ust…waktu sahur adalah waktu yang istimewa, dan begitulah mestinya. karena allah memberikan kita dengan beberapa kategori yang baik.
    di antaranya,

    dari 24 jam itu ada waktu yang lebih baik dan di muliakan yaitu 1/3 malam terakhir (waktu sahur).
    dari satu minggu itu ada hari yang lebih baik dan di utamakan yaitu hari jumat.
    dari 12 bulan itu ada bulan yang di utamakan yaitu bulan ramadhan.
    dan dari kesemuanya itu mudah-mudahan kita di golongkan menjadi orang yang bisa menghidupakn waktu-waktu itu.

    afwan ya ustadz, ini mah, cuma tambahan dari saya (orang yang faqir akan ilmu).

    terus ya ustadz jangan berhenti untuk memposting ilmu-ilmu, posting-posting ustadz sangat saya butuhkan dan saya minta izin-nya untuk mengambil manfaat-ya.

    • Bang Aziem 18 Mei 2010 pada 06:11 #

      Info tambahan yang bagus ya akhi. Jazakallah ahsanal jaza’.

      Betul ya akhi, Islam adalah agama yang menghargai waktu. Sampai-sampai, dalam al-Quran Allah sering bersumpah dengan waktu. Begitu pula, sebagian besar ibadah-ibadah dalam Islam ditentuka berdasarkan waktu. Shalat waktunya sdh ditentukan. Zakat waktunya ditentukan. Puasa wajib juga waktuknya sdh ditentukan. Begitu juga dengan ibadah haji. Semua itu mengajarkan umat Islam agar memanfaatkan waktu dengan baik.

      Kata Hasan al-Bashri rahimahullah, ‘Ketika matahari terbit, sang waktu berseru, ‘Wahai manusia, aku adalah hari yang baru. Aku menjadi saksi terhadap amal-amalmu. Maka manfaatkanlah aku dengan baik. Jadikanlah aku sebagai modal bekalmu. Sesungguhnya, jika aku sudah berlalu, maka aku tak akan kembali lagi sampai datang hari Kiamat’.

      Kalau postingan2 saya bermanfaat, silakan dipakai untuk jalan kebaikan.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Keberkahan Sahur dan Misteri Waktu Sahur « Arivarsenna's Blog - 28 Juli 2011

    [...] http://bangaziem.wordpress.com/2010/05/17/keberkahan-sahur-dan-misteri-waktu-sahur/ Comments RSS feed SukaBe the first to like this post. [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 209 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: